Fiqih Nawazil

Standar berfiqih dalam perbedaan fatwa

Rp 110.000,00

Pemesanan bisa melalui whatsapp klik disini 

SHARE:

SINOPSIS BUKU

Fiqih diambil dari dalil sam’i (periwayatan), maka sudah tentu fiqih itu zhanni (bersifat dugaan kuat). Sebab, apabila dalil zhanni masuk dalam kategori yang diperdebatkan (kevalidan atau maknanya), maka ia tak ubahnya seperti istishhab (mengikutkan/menyamakan dengan hukum asal). Sementara itu, dalil sam’i (sumber hukum) yang disepakati oleh para ulama hanya ada empat: al-Qur’an, hadits, ijmak dan kias.

.

Dari sisi lain, fiqih berarti paham. Jika yang dimaksud adalah paham, maka setiap orang bisa berbeda dalam memahami suatu realitas. Itulah mengapa, dalam fiqih Islam muncul aliran atau mazhab. Tentu terhadap hal itu kita juga harus paham, sebab sumber fiqih itu sendiri tidak qath’i dalam dua sisinya, baik dari segi periwayatan maupun dari segi maksud dan cakupannya.

Buku bertajuk ‘‘Fiqih Nawazil’’ ini mengajak kita menyelami samudera fiqih Islam hingga ke palung-palungnya yang paling dalam. Bagaimana seorang mufti dituntut mengeluarkan fatwa? Bagaimana ijtihad fatwa itu bisa selaras dengan teks syara’ dan menjawab realitas persoalan yang dihadapi? Betul bahwa fiqih adalah hasil cipta olah pikir manusia, tetapi dengan semangat untuk memahami wahyu, para ulama telah mewariskan khazanah keilmunan Islam yang melimpah.

Informasi Tambahan

Berat 1 kg

Komentar Pembaca

There are no reviews yet.

Be the first to review “Fiqih Nawazil”