Nasehat Ali bin Abi Thalib untuk Putranya, Hasan

Ketika sayyidina Ali r.a. berbaring menyambut datangnya ajal, beliau merasakan sakit yang luar biasa karena lukanya yang kian parah. Beberapa saat kemudian, putra beliau, Hasan, masuk ke kamar pembaringan sang ayah sambil menangis tersedu-sedu.

Beliau bertanya padanya, “Mengapa engkau menangis wahai anakku?” Hasan menjawab, “Apakah aku tidak boleh menangis karena melihat keadaan engkau seperti ini wahai ayah? Apalagi engkau sekarang berada di awal perjalanan kehidupan akhirat dan di ujung perjalanan kehidupan dunia.”

Melihat hal itu, maka sayyidina Ali pun berkata pada Hasan, “Wahai anakku, aku wasiatkan padamu 3 hal dan aku nasehatkan pula padamu untuk menjauhi 3 hal. Untuk 3 hal pertama, sesungguhnya kayanya kekayaan itu terdapat dalam akal. Besarnya kefakiran itu terdapat dalam kebodohan. Dan buruknya keburukan itu terdapat dalam sifat sombong.”
Hasan berkata, “Wahai ayah, beritahu aku 3 hal lainnya!” Sayyidina Ali melanjutkan nasehatnya, “Wahai anakku, yang pertama, jauhilah berkawan dengan orang dungu. Suatu saat ia ingin memberikan manfaat padamu tapi malah akan mencelakaimu. Yang kedua, jauhilah berkawan dengan orang pelit. Karena ia akan menjauhkanmu dari kebutuhan yang kamu butuhkan. Yang ketiga, jauhilah berkawan dengan pendosa. Karena ia akan memperjual-belikanmu dengan harga yang murah.”

(Dikutip dari Detik-detik Kisah Para Sahabat dan Salafus Shaleh Saat Menyambut Kematian. Majdi Fathi Sayid. Keira Publishing, 2014)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *