Mengenal Jejak Spiritul Ibn Arabi

 

Judul        : Biografi Ibn Arabi

Penulis     : Mohammad Yunus Masrukhin

Penerbit   : Keira Publishing

Cetakan    : Pertama, Januari 2015

Tebal         : 334 Halaman

Peresensi : Untung Wahyudi

Mempelajari akidah secara baik dan benar adalah sebuah keharusan yang dilakukan banyak orang. Banyak cara yang mereka lakukan untuk menemukan jalan spiritual yang kelak akan membentuk mereka menjadi pribadi yang baik, taat pada perintah Tuhannya, serta memiliki akhlak dan budi pekerti terpuji. Bagi para pencari jalan spiritual, materi bukanlah segala-galanya. Mereka tidak menjadikan materi sebagai hal yang utama dalam hidup, tetapi sebaliknya, mereka menjadikan materi sebagai perantara untuk meraih keridaan Sang Maha Pencipta.

Mencari jalan spiritual dan kerohanian inilah yang ditempuh banyak orang terdahulu untuk mengenal lebih dekat dengan Tuhan, agama, serta ajaran-ajaran yang harus dipraktikkan. Dengan penuh kegigihan mereka terus menggembleng pribadi mereka lewat perantara para guru spiritual terpilih.

Di antara para guru spiritual yang tidak asing dalam dunia tasawuf adalah Ibn Arabi, salah seorang sufi yang ajaran-ajarannya masih banyak dipraktikkan hingga masa kini. Kezuhudan Ibn Arabi telah mengajarkan banyak orang bahwa, materi atau keduniawian bukanlah segala-galanya. Hal inilah yang banyak dipraktikkan oleh para sahabat Rasulullah pada zamannya. Meskipun bergelimang harta, mereka tak pernah sombong. Justru, mereka rela melepas semua harta kekayaannya demi perjuangan dan dakwah Islam.

Biografi Ibn Arabi karya Mohammad Yunus Masrukhin ini akan mengupas secara tuntas kehidupan seorang Ibn Arabi. Buku ini mencoba mengkaji pemikiran Ibn Arabi dan pertemuannya dengan para sufi negeri Islam di bagian Barat. Dalam buku ini, penulis berusaha menghadirkan sosok Ibn Arabi tidak dari konsep-konsep ajarannya yang rumit, sehingga menempatkan Ibn Arabi sebagai sufi yang berada di menara gading—sebagaimana anggapan banyak orang. Tetapi, dengan cerdas penulis menghadirkan ajaran-ajaran kesufian sang sufi melalui potret kehidupannya sehari-hari.

Salah satu praktik tasawuf yang dibahas dalam buku ini adalah bahwa, tasawuf menjadikan keyakinan dan laku ketaatan menjadi berwarna. Ia tak hanya menghidupkan kesadaran seorang Muslim yang merasakan kehadirannya. Lebih dari itu, ia bisa memberikan kekuatan yang menjadi pendorong bagi kesadarannya. Pendorong keyakinan dan ketaatan sebagai pemahaman dan perilaku keagamaan (hlm. 2).

Salah satu asas tasawuf atau kezuhudan yang penting untuk dipahami oleh para pencari jalan kesufian adalah bahwa, zuhud bukanlah sikap membenci dunia hingga mengutuknya. Zuhud adalah sikap untuk tidak berpamrih kepada keduniaan. Ia adalah kemampuan seseorang untuk menjadikan hatinya tak bergantung pada hal-hal keduniawian.

Dalam pengantar buku ini, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A memaparkan bahwa, pada masa setelah penyebaran ajaran Islam di Nusantara, pengaruh Ibn Arabi di Indonesia juga masih bisa dirasakan kuat. Ajaran-ajaran kesufiannya dikenalkan oleh para guru (mursyid) dalam tarekat-tarekat muktabar yang menjamur di Nusantara secara umum, dan di Jawa secara khusus.

Sejumlah kitab karangannya dibacakan kepada mereka yang mempunyai latar belakang tasawuf yang kuat dan penguasaan yang memadai atas akidah dan syariah Islam. Setidaknya, pengaruh ini, lanjut Said Aqil Siradj, masih dirasakan sampai pada abad ke-20 M. Imam Nawawi dari Banten adalah saksi yang tepat dari kenyataan ini. Karena, selain kitab-kitab akidah dan syariah yang ia baca, ternyata ia juga membaca kitab-kitab karangan Ibn Arabi secara tekun (hlm. Xvii).

Buku 334 halaman ini sangat menarik, isnpiratif, dan informatif karena mengupas secara mendalam sosok kehidupan Ibn Arabi serta perjalanannya mencari jalan Tuhan. Buku ini sangat cocok dibaca siapa saja yang ingin belajar tasawuf, bagaimana memahami hakikat tasawuf, dan tentunya memahami Islam dengan ajarannya yang humanis, santun, dan elegan sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad Saw. dan para sahabatnya. (*)

 

 

 

*) Dimuat Harian Koran Madura, Jumat, 20 Maret 2015

 

 

1 tanggapan pada “Mengenal Jejak Spiritul Ibn Arabi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *