Ketakutan Abu Jahal

Pada suatu hari, Abu Jahal berkeinginan menginjak leher Rasulullah ketika beliau sedang ibadah shalat. Tetapi ketika akan melakukan hal itu, tiba-tiba dia menarik kembali kakinya secara cepat. Karena dia melihat antara dirinya dan Rasulullah ada penghalang (hijab) yang membatasi antara keduanya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa, Abu Jahal berkata kepada kafir Quraisy, ‘Apakah Muhammad pernah menundukkan wajahnya (di tanah) di tengah-tengah kalian?’ Ada yang menjawab, ’Ya’. Abu Jahal melanjutkan, ‘Demi Lata dan ‘Uzza, bila aku melihat dia melakukan seperti itu, aku akan menginjak lehernya atau aku akan benamkan wajahnya di tanah.’”

Abu Hurairah melanjutkan, “Abu Jahal kemudian mendatangi Rasulullah saat beliau tengah shalat, dan dia hendak menginjak leher beliau. Tidak ada yang mengejutkan mereka selain dia (Abu Jahal) mundur dan melindungi dirinya dengan tangan. Ada seseorang bertanya kepada Abu Jahal, ‘Kamu kenapa wahai Abu Jahal?’ Dia menjawab, ‘Antara aku dan Muhammad ada parit terbuat dari api, huru-hara dan banyak sayap-sayap besar beterbangan.’ Rasulullah berkata, ‘Andai dia mendekatiku, niscaya malaikat akan menyambar anggota badannya satu per satu.’”
Allah Swt. berfirman:

“Bagaimana pendapatmu tentang orang (Abu Jahal) yang melarang seorang hamba ketika mengerjakan shalat (Nabi Muhammad). Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran. Atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah). Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling (dari kebenaran). Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya. Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, yaitu ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka. Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya). Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah (Malaikat yang menyiksa orang-orang yang berdosa di dalam neraka). Sekali-kali janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan). (QS Al-‘Alaq [96]: 9-19)

(Dikutip dari 101 Keagungan Mukjizat Rasulullah. Dr. Mustafa Murad. Keira Publishing, 2014)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *