Keistimewaan Tawakal

Allah Swt. berfirman: “…Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.” (QS: Ali Imraan [3[: 159)

Rasulullah Saw. bersabda dari riwayat Ibnu Mas’ud: “Aku melihat suatu umat, pada suatu musim. Kemudian aku melihat umatku itu diselimuti harta. Aku heran atas banyaknya mereka dan aktivitas mereka. Salah satu dari mereka bertanya kepadaku, ‘Apakah engkau ridha?’ Aku jawab, ‘Ya.’ Kemudian dia berkata, ‘Bersama mereka tujuh puluh ribu orang masuk surga tanpa hisab.” Seorang sahabat bertanya, “Siapa mereka, wahai Rasulullah?” rasul menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang tidak bermewah-mewahan, tidak berbuat kejahatan, tidak mencuri dan hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal.” Kemudian berdirilah ‘Akasyah dan berkata, “Ya Rasulullah, doakan kami agar termasuk diantara mereka.” Rasulullah berkata, “Kalian telah didahului ‘Akasyah.”

Rasulullah bersabda, seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, maka Allah akan memberimu rezeki, sebagaimana Dia telah memberi rezeki seekor burung yang pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali di waktu sore dalam keadaan kenyang.”

Diceritakan bahwa ketika Malaikat Jibril berkata kepada Nabi Ibrahim a.s., dan neraka dilempari dengan Manjaniiq (sejenis meriam, penj.) Jibril bertanya, “Apakah engkau punya keperluan?” Nabi Ibrahim menjawab, “Tidak, kami cukup dengan ucapan hasbiyalaahu wa ni’ma al-wakil. Karena kalimat itulah yang diucapkan ketika setiap kali melempar.” Kemudian Allah Swt. berfirman: “Dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji.” (QS: an-Najm [53]: 37)

Beberapa ulama membaca ayat yang berbunyi: “Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati…” (QS: al-Furqaan [25]: 58) kemudian dia berkata, “Tidak sepantasnya seorang hamba, setelah ayat ini turun, berserah diri kepada selain Allah Swt.”

(Dikutip dari Menyelami Isi Hati. Imam al-Ghazali. Keira Publishing, 2014)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *